Nadyah Kurniasari
11220541000064
2B Kesejahteraan Sosial
Penugasan Ke-9 Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
Dosen Pengampu : Drs. Studi Rizal LK, M. Ag.
Tanggapan Terhadap Persoalan "Proyek Lampu Pocong Gagal, Bobby Nasution Dianggap Tak Paham Sistem"
Pengamat Tata Kota Universitas Sumatera Utara (USU), Jaya Arjuna mengkritik Bobby Nasution terkait gagalnya proyek lampu pocong. Gagalnya proyek sebesar 25 miliar tersebut menunjukkan adanya kesalahan dalam sistem pengadaan barang dan pembangunan di kota Medan. Selain itu, juga adanya kesalahan dalam pengawasan karena pembayaran sudah dibayarkan 90 persen yaitu 21 miliar sedangkan pengerjaan baru 50 persen.
"Jadi kan lucu katanya pekerjaan masih 50 persen tapi sudah dibayar 90 persen ini menunjukkan ada kesalahan di pengawasan. Karena yang menandatangani uang itu boleh keluar adalah konsultan pengawas, atau jangan-jangan tak ada konsultan pengawas," ujarnya.
Sikap Bobby Nasution yang meminta uang kembali kepada kontraktor menunjukkan bahwa ia tak paham administrasi pembangunan. Proyek gagal tersebut seharusnya sudah jadi tanggung jawab DPRD Medan karena anggaran proyek tersebut digelontarkan atas persetujuan DPRD Medan sekaligus sebagai pengawas.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Medan yang didampingi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut ,Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengatakan proyek lampu jalan atau yang disebut lampu pocong total loss (proyek gagal).
Tanggapan saya
Menurut saya, proyek tersebut berjalan tidak baik karena yang pertama proyek tersebut dilakukan tanpa pengawasan, tanpa komunikasi dan tanpa struktur yang benar. Yang kedua pihak penyetuju yaitu DPRD Medan terlalu memberikan kepercayaan yang besar kepada pihak kontraktror terutama mandor. Jadi kesimpulannya jika ingin membangun sesuatu harus dipersiapkan secara matang mulai dari strukturnya, pihak pengawas, mandor, kontraktor dan tukang pengerjanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar