Sabtu, 17 Juni 2023

Tertangkapnya Bandar Narkoba Di Sumut Oleh TNI

Nadyah Kurniasari

11220541000064

2B Kesejahteraan Sosial

Penugasan Ke-13 Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan

Dosen Pengampu : Drs. Studi Rizal LK, M. Ag.


Tanggapan Terhadap Persoalan "Tertangkapnya Bandar Narkoba di Sumut Oleh TNI"

Sebelumnya, ada masyarakat yang melapor ke Serda Eko prajurit TNI AD sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 17/DB kalau ada bandar narkoba yang berkeliaran di wilayah mereka. Kemudian Serda Eko langsung melapor ke anggota Intel TNI Serka Herdi Marpaung. Serka Herdi langsung menelepon Komandan Unit Intel Kodim Asahan, Letda R Damanik. Dari situlah Letda R Damanik melapor ke Komandan Kodim Asahan, Letkol Inf Franky Susanto. Dan Pak Dandim langsung memerintahkan Letda R Damanik membentuk tim untuk melakukan penangkapan.

Letnan Dua R Damanik dan delapan prajurit TNI dari unit Intelijen Komando Distrik Militer (Kodim) 0208/Asahan melakukan pengintaian di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sentang, Kisaran, Sumatera Utara. Intel TNI berhasil menghentikan mobil dengan nomor polisi BK 1976 FB secara paksa tepat di Jalan Jenderal Ahmad Yani.

pengemudi mobil itu bernama Fidel Ferdinan Batee seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Sumatera Utara.

 Saat penggeledahan dilakukan, ditemukan narkotika jenis sabu seberat 68,45 gram dalam mobil tersebut. Fidel mengakui semua perbuatannya. Ia mengaku sebagai pengedar alias bandar sabu-sabu malah sudah lama. Barang haram itu didapatnya dari bandar sabu lain di wilayah Tanjungbalai.

“Aiptu F mengaku kalau dirinya dijebak oleh pria bernama Wanda Rizaldy Marpaung dan tidak mengakui kalau barang itu bukan miliknya,” ujar mantan Kapolres Asahan.

Saat diperiksa, Wanda Rizaldy mengaku kalau dirinya suruhan bandar narkoba di Tanjungbalai bernama Safrizal alias H Budi. Saat ditangkap Motif penjebakan terhadap personel Bid Dokes Polda Sumut itu karena Safrizal alias H Budi takut dilaporkan Aiptu Fidel terkait aktivitas dirinya menjalankan bisnis haram.

Tanggapan Saya
Menanggapi hal tersebut di atas, menurut saya kasus ini merupakan kasus yang sangat penting, karena sampai saat ini perilaku menyimpang sebagai bandar narkoba tidak hanya di Sumatera Utara saja, melainkan masih banyak di daerah-daerah lain di Indonesia. Bandar Narkoba merupakan inti atau bisa disebut biang kerok dari kasus-kasus penggunaan narkoba masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, saya berharap agar pihak-pihak lembaga hukum yang berwenang dapat lebih memperhatikan kembali kasus-kasus serupa. Selain itu, saya juga berharap dengan tersebarnya berita ini di media sosial, saya berharap masyarakat jadi lebih terbuka jika suatu saat atau saat ini sudah mencurigai seseorang sebagai bandar narkoba atau sebagai pengguna narkoba untuk melaporkan ke pihak berwenang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar