Nadyah Kurniasari
11220541000064
2B Kesejahteraan Sosial
Penugasan Ke-7 Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
Dosen Pengampu : Drs. Studi Rizal LK, M. Ag.
Tanggapan Terhadap Persoalan "Ponpes Al-Zaytun Disebut Eksklusif, Tidak Bisa Diintervensi Oleh MUI"
Ponpes Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat kembali viral dikarenakan saat shalat Idul Fitri kemarin jemaah pria dan wanita menjadi satu shaf. Terlihat bahwa seorang wanita shalat di shaf pertama tepat di belakang pendiri ponpes Al-Zaytun yaitu Panaji Gumilang. Dikarenakan hal tersebut ramai oleh warganet, maka MUI menyebut bahwa ponpes Al-Zaytun eksklusif tidak dapat diintervensi.
MUI menyebut intervensi dari pemerintah daerah maupun tingkat nasional tidak akan ditanggapi oleh ponpes tersebut. Menurut MUI juga warga Indramayu tidak pernah bangga dengan adanya ponpes tersebut. MUI Indramayu pun tidak bisa melakukan banyak hal.
MUI pernah mendatangi ponpes tersebut saat ponpes tersebut baru berdiri, namun dalam kunjungan tersebut pihak MUI tidak mendapat penjelasan yang pasti mengenai sumber dana hingga paham aliran yang diajarkan ponpes tersebut. "Saya dulu justru itu dulu waktu baru berdiri santrinya baru belasan ribu, saya masuk ke situ ternyata Al-Zaytun itu susah, tidak transparan, sumber dana dari mana? mereka jawab dari umat Islam. Ini aliran apa? Mereka jawab kita ya pokoknya pakai aliran Islam. Nggak ada aliran Ahlusunnah Waljamaah, pahamnya siapa-siapa ngga ada," jelas Satori. Karena hal tersebut maka MUI lebih baik diam daripada menimbulkan semacam konflik horizontal antara sesama umat Islam.
Tanggapan saya
Mengenai hal tersebut yang telah dipaparkan di atas menurut saya untuk menghindari konflik antar umat Islam dan menciptakan kesejahteraan bersama seera dikarenakan ponpes tersebut tidak transparan dan tidak bisa diintervensi masyarakat se Indonesia boleh mengkritik, namun tidak memaksakan. Masyarakat juga harus lebih bijak lagi jika ingin mencari ponpes yang jelas sumber dananya, aliran yang dipakai serta ajaran-ajaran yang diajarkannya agar tidak terjerumus ke jalan yang sesat.






